Kisah Perjalanan Menggapai Ridho-Nya (1)

Assalamua’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Jumpa lagi dengan tulisan saya :D

Setelah hibernasi selama beberapa bulan, akhirnya blog ini diisi kembali, Alhamdulillah~

Emang sesibuk itu ya min?
Enggak juga sih, Alhamdulillah admin sedang mengurus skripsi, lebih banyak gabutnya karena lebih milih kegiatan lain daripada revisi proposal wkwk

Okay, aku mau sharing kisahku (lebih tepatnya curhat sih), yaitu kisah menutup segala luka dan menebus kesalahan masa lalu dengan berhijrah.

Hijrah? Apa itu?
Hijrah menurut bahasa berarti perjalanan. Nah, hijrah yang dimaksud disini perjalanan memperbaiki diri dan lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta yaitu Allah SWT.

Semua kejadian ini, bermula di bulan Februari tahun 2016 silam.
Bertemulah aku dengan seorang akhwat (perempuan) bernama Virga Larasati, dia adalah pembicara dalam acara yang aku pandu di JMP Surabaya. Virga seumuran denganku, asal Gresik juga sama denganku. Yang membuat aku kagum, dia bercadar.

Dengan memakai setelan gamis, khimar dan cadar berwarna hijau tosca, Virga menyapaku duluan di backstage, menyalamiku dan mencium pipi kiri dan kananku, padahal kami belum bertemu sebelumnya. Dengan agak canggung aku membalas salamnya dan hanya mengobrol sebentar karena aku harus masuk stage untuk membawakan acara pada siang hari itu.

Kemudian ketika dia masuk menjadi pembicara, kami mengobrol banyak, ia mengisahkan tentang perjalanan hijrahnya yang berliku kepada penonton yang ada di mall tersebut. Aku terharu, serius. Sejam berlalu dan kami harus berpisah, tak membuang kesempatan, aku meminta id instagramnya nya dan aku minta dia untuk memfolback akunku.

Awal semester 4, ada tugas mata kuliah yang kurang disukai oleh mahasiswa di ilkom, yaitu Metode Penelitian Komunikasi (Kualitatif) karena mengharuskan mahasiswanya untuk “uji coba skripsi”. Karena aku bingung harus meneliti apa, jadi aku harus berdiam diri di gua selama beberapa tahun agar mendapat ilham (nggak lucu min).

Sejujurnya, pada saat itu aku sedang galau-galaunya karena habis putus sama pacar, pikiranku gak karu-karuan. Emang ga ada untungnya pacaran.

Balik ke tugas ya. Daaan akhirnya, ilham datang kepadaku. Aku memilih untuk meneliti komunikasi perempuan bercadar. Langsung deh aku cuss mengontak Virga, ternyata dia mempunyai komunitas di Surabaya yang isinya para akhwat yang sedang berhijrah, yaitu Destination Jannah.

Akhirnya aku bergabung dengan komunitas tersebut. Pada suatu hari ada acara yang diadakan komunitas Destination Jannah di Taman Bungkul, Surabaya. Mau tidak mau aku harus ikut acara itu untuk memperoleh data. Aku bingung memilih baju, karena aku hanya punya satu gamis dan kegedean soalnya gamis itu dapet dari sponsor, akhirnya aku memilih kemeja pink, rok coklat dan kerudung yang ‘dipaksa’ syar’i. Aku pake kerudung paris yang aku tumpuk dan hasilnya agak berantakan -_-

Daan jeng jeeeeng, para akhwatnya banyak yang bercadar, karena aku penasaran gimana rasanya memakai cadar, aku pinjam cadar yang ada disana :D

Pengalaman memakai cadar pertamakali -di tempat yang ramai karena hari Minggu ada CFD di Taman Bungkul- hmm It was Amazing! Aku merasa save. Tapi, ada pengalaman yang kurang mengenakkan nih, aku dan beberapa akhwat yang membagikan brosur di sekitar Taman Bungkul mengalami penolakan oleh salah satu pengunjung yaitu seorang ibu-ibu L ketika kami menghampiri beliau dan anak perempuannya, ibu itu langsung menjauh dengan wajah yang kurang mengenakkan dan menarik tangan anaknya. Kami yang mendapat perlakuan tersebut sangat sedih.

Setelah itu, aku mulai nyaman mengenakan rok dan kerudung yaah walaupun ‘dipaksa’ syar’I karena belum punya kerudung lebar. Selama satu semester aku mencoba untuk istiqamah dalam berjilbab lebar. Tapi, setelah tugas MPK  selesai, aku udah nggak pernah ketemu lagi dengan komunitas Destination Jannah, bahkan chat digrup pun jarang. Proses hijrahku berhenti di akhir semester 4. Aku kembali lagi menjadi ima yang dulu L

Eits, kisahku belom selesai nih, akan aku lanjutkan lain kali yaaa, afwan karena udah malam, besok harus balik Surabaya :v

Semoga curhatan eh tulisan malam ini bermanfaat J


Wassalamu’alaikum warahmatulllah wabarakatuh

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Perjalanan Menggapai Ridho-Nya (2)

Senja di Langit Tainan

Pacaran, yes or no?