Kisah Perjalanan Menggapai Ridho-Nya (2)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

haaai! aku mau melanjutkan kisah ku nih, penasaran nggak? nggak ya? okedeh .-.
Biarpun readers nggak penasaran, tapi admin akan tetep cerita wkwk

Terakhir nyampe mana ya?
Oh sampe aku yang balik lagi jadi aku yang dulu.
.
.
Aku yang merasa sudah berhijrah, namun ternyata belum.
Aku hanya mengganti ‘cover’ saja karena suatu hal, bukan lillah.
Astaghfirullah.
Ibadahku juga masih standart, dibawah standart malah.
Masih suka menunda-nunda shalat.
Masih haha hehe sentuh cowok sana sini.
Astaghfirullah.

Coverku balik lagi,
suka memakai jeans,
suka memakai kerudung tipis dan tidak menutup dada,
suka memakai baju yang sedang trend,
begitulah aku sampai awal januari 2017.
Allah mengetuk hatiku lagi.
Mungkin Allah rindu.
Atau aku juga rindu dengan-Mu ya Allah?

Ketika aku melihat foto-foto di jaman aku berpenampilan syar’I, aku tergetar untuk memakai khimar yang lebar lagi, aku rindu masa-masa itu.
Akhirnya, aku membeli khimar lebar satu, berwarna hitam.
Aku mulai nyaman lagi.
Setelah itu aku membeli kain sendiri untuk ku jahit dan ku jadikan khimar lebar.
Aku senang memakainya.
Lalu apakah hijrahku dimulai?
Belum, Allah mengujiku dan aku gagal.
Allah menguji dengan ketenaran duniawi, namun aku terlena.
Astaghfirullah.
Barulah Allah mengetuk hatiku kembali di awal bulan Juli 2017.
Sama seperti sebelumnya, ketika aku tidak sengaja membuka foto-foto di hp, aku melihat diriku yang pada saat itu berada di Masjid Agung Gresik, memakai setelan rok, sweater dan khimar lebar menutup dada.
Seketika aku ingin memakai setelan itu lagi.
Aku curhat ke adek kelas, dia sudah berhijrah lebih dulu.
Katanya “ayo mbak, segerakan, istiqamahlah”
Kata-kata itu langsung menyentuhku.
Dari situ, dengan bismillah aku memutuskan, aku berhijrah dijalan-Mu ya Allah.
.
.
Lanjut dipostingan selanjutnya yaaah hehe
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh ^^



Comments

Popular posts from this blog

Senja di Langit Tainan

Pacaran, yes or no?