Pacaran, yes or no?

Assalamu’alaikum

Marhaban ya Ramadhan, selamat datang bulan kelahiran ❤
Kali ini aku mau membahas tentang pacaran. Wait, pacaran? Kenapa harus pacaran kalo emang jodoh sudah diatur? Kenapa nggak memilih halalkan aja? eaak jadi baper.
Artikel ini bukan untuk menjudge temen-temen yang memilih pacaran, bukan merasa paling benar, ini cuma opini penulis aja.

Okay, jadi, pacaran, hmm, agak sensitif nih bahasnya karena yang nulis jomblo. Dan sejujurnnya, yang ngasih ide buat nulis tentang pacaran juga udah jomblo lama, lebih lama dari aku :v
Di lingkunganku, nggak sedikit orang yang memilih berpacaran dengan orang yang dikasihinya. Aku pun dulu begitu. Nggak salah kok, tapi juga nggak membenarkan. Pacaran sah-sah aja asal nggak diluar batas wajar. Emang wajar gimana? Wajar menurutku kalo pacarannya untuk hal-hal positif seperti mengerjakan tugas bersama, belajar bersama, saling support pendidikan/ karir, dan lain-lain yang dirasa bermanfaat dan tidak melanggar norma agama.

Tapi, hati-hati dalam berpacaran. Setan ada dimana-mana, yang awal mulanya cuma pegangan tangan, karena ada setan yang membisiki untuk melakukan hal selebih itu, muncullah keinginan-keinginan lain yang mengarah ke seks bebas. Naudzubillahi mindzalik. Jangan sampai ya guys. Aku yakin para readers udah pada sadar akan bahaya seks bebas.

Ada satu cerita nih, semoga bisa diambil hikmahnya. Aku sering main sama temen-temen kos didaerah Surabaya Selatan. Disana ada lapangan yang biasa dibuka untuk pasar malam. Nah, ketika kami sudah beli jajanan favorit kami, kami langsung mencari tempat untuk duduk dan makan bersama. Ketika kami mencari tempat, ternyata tempatnya ditempati oleh sebagian besar pasangan muda-mudi yang sedang menjalin kasih. Kami memilih tempat ditegah lapangan, berada diantara pasangan yang sibuk berduaan membuat kami agak canggung namun mencoba menikmati suasana Surabaya pada malam hari. Tak jarang kami disuguhi pemandangan yang tidak mengenakkan, khususnya oleh jomblo, uhuk. Seperti melihat pasangan yang berpegangan tangan, berpelukan sampai maaf, kissing di tempat umum. Miris. Mungkin hal ini menjadi PR bagi kita semua untuk menjaga diri sendiri dan orang-orang disekitar kita agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan kita di masa mendatang.

Saranku sih, daripada masa muda diisi dengan hal yang tidak bermanfaat, mending diisi dengan hal-hal yang berguna untuk masa depan. Contohnya membuat kegiatan yang bermanfaat seperti membagi ta’jil bersama mumpung masih suasana Ramadhan, mengikuti organisasi/ komunitas yang baik, memperbanyak teman untuk tukar pengalaman, dll.

Tata masa depan mulai dari sekarang. Siapkan bekal untuk masa depan yang lebih baik. Setuju? Kritik dan saran yang membantu sangat dibutuhkan. Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya.


Wassalamu’alaikum ^^

Comments

  1. Bagus kak pendapatnya:)) kebetulan sm judulnya aku juga buat cm beda bahasa aja mwehehe smngt trs ka! Btw mau tau dongg caranya biar muncul pas ngetik ky kk. Makasi kaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya cara pas ngetik di google trs muncul di feed gtu kaak biar bisa diliat bnyk org

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Perjalanan Menggapai Ridho-Nya (2)

Senja di Langit Tainan