You will never know until you have tried

Assalamu’alaikum, selamat malam.
Keinginanku untuk mengisi blog ini kembali muncul. Terlepas masih ada tugas UAS yang menghantui, aku tak peduli. Kali ini aku mau share pengalamanku selama kuliah, agak panjang, agak mellow, semoga nggak bosan ^^
Saat ini aku kuliah di UIN Sunan Ampel Surabaya jurusan Ilmu Komunikasi konsentrasi Public Relation semester 5 mau naik ke semester 6.
Flashback 2,5 tahun yang lalu ketika aku galau karena nilai akhir ku di SMA tak sesuai ekspektasi ditambah aku tidak lolos SNMPTN, rasanya dunia mau runtuh. Sedih, pasti, tapi dukungan dari orang-orang terkasih membuat aku bangkit kembali. Tawaran beasiswa dari kepala sekolah SMAku untuk masuk ke perguruan tinggi di Negeri Gajah Putih kuutarakan ke orang tuaku. Namun, restu sangat berat dikantongi. Bapak tak tega sebab aku harus merantau ke negeri orang. Akhirnya orang tua menyetujui dengan satu syarat: aku harus tetap ikut SBMPTN, dan ketika aku tak lolos SBMPTN baru aku bisa terbang ke negeri Gajah Putih.
Allah berkehendak yang menurutNya terbaik untuk umatNya kan? Mungkin ini yang terbaik untukku. Waktu itu aku sedang berbuka puasa di rumah Miss Ria - guru B.Inggris SMA yang sangat baik – bersama beberapa teman SMA ku yang lain. Rizal salah satu temanku mengingatkan bahwa malam itu adalah pengumuman SBMPTN. Dalam hati dengan jahatnya aku berdoa agar tak lulus SBMPTN agar bisa terbang ke Thailand. Doaku tak dikabulkan, aku diterima di kampus bernama UIN Sunan Ampel Surabaya jurusan Ilmu Komunikasi. Sedikit kecewa, tetapi langsung berubah menjadi syukur setelah tahu ibuku senang hingga menitikkan air mata mendengar aku lolos SBMPTN.
Dan disinilah aku, di kampus hijau, dengan restu orang tua aku berangkat dari rumah kecilku di Gresik. Aku menempati asrama putri Sauda’ Binti Zam’a. Aku dapat kamar tidur di lantai 2, tempatnya sangat nyaman, waktu itu satu kamar hanya diisi satu orang. Semester 1  berjalan cukup cepat, aku tipe orang yang mudah akrab dengan seseorang, temanku banyak di asrama. Kegiatan asrama yaitu jama’ah shalat Maghrib, Isya’ dan Subuh. Lalu ada kursus Bahasa Inggris setelah jama’ah shalat Maghrib oleh mbak Ajeng, seniorku yang membimbing di asrama. Aku juga mudah kenal dengan teman sekelas. Yang paling dekat waktu itu Riski Ageng dan Ochi.
Semester 2 dimulai, aku masih tetap di asrama dan ada roomate ku bernama Novi. Di semester ini aku mulai bisa beradaptasi dengan dosen, teman-teman serta lingkungan sekitar. Aku mulai nyaman dengan kampus yang bahkan tidak masuk dalam list impianku dulu. Di semester 3 aku mulai kenal organisasi. Waktu itu aku ikut kepanitiaan Hari Keakraban Komunikasi, awalnya takut karena masih sedikit sekali pengalamanku di organisasi. Aku masuk tim acara, banyak hal yang menakjubkan ketika aku mengikuti organisasi, banyak benefit yang diperoleh ketika tergabung dalam sebuah kepanitiaan. Liburan semester 3 aku memutuskan untuk bekerja di salah satu counter  HP di Bursa Handphone Gresik (BHG), sempat tidak didukung oleh bapak, tapi aku beralasan ingin mencari pengalaman. Aku ditaruh bos dibagian Administrasi. Bosnya sangat baik, namun karena aku harus kuliah aku harus berhenti bekerja.
Di semester 4 aku harus memilih konsentrasi, antara Public Relation, Broadcasting dan Advertising. Sempet tertarik dengan Broadcasting namun pada akhirnya memilih Public Relation. (Insyaa Allah di tulisan berikutnya aku akan membahas tentang Ilmu Komunikasi beserta konsentrasinya). Di semester 4 ini aku mencoba peruntungan untuk ikut seleksi Pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi, peserta yang ikut berasal dari semester 2 dan 4, banyak yang antusias terhadap seleksi tersebut, ada 2 tahap seleksi yaitu seleksi dokumen diri plus essai dan seleksi wawancara. Sempat pesimis dengan hasilnya, namun Alhamdulillah aku dipercaya menjadi pengurus HMP Ilkom di departemen Kominfo. Rasanya senang, namun merasa bertanggung jawab terhadap kemajuan ilkom. Rapat rutin dilaksanakan seminggu sekali, proker-proker juga harus segera dijalankan.
Di semester 5 ini, dua acara besar ilkom yaitu Diesnatalis dan Hari Keakraban Komunikasi harus diselenggarakan dalam rentang waktu 4 bulan. Jujur, semester ini aku sering bolos untuk rapat-rapat yang harus didatangi demi kesuksesan 2 acara besar kami. Dengan segala hambatan, jatuh bangun, perselisihan, tangis, tawa, kami para pengurus HMP Ilkom dan para mahasiswa yang tergabung kepanitiaan, dapat menyelesaikan acara-acara tersebut. Tak terasa semester depan sudah pensiun menjadi pengurus HMP, tapi overall aku senang, banyak sekali pengalaman yang tidak didapatkan di bangku kelas perkuliahan. Liburan semester ini ngapain? Aku sedang mengurus acara promnite alumni SMA yang diselenggarakan di bulan April dan kebetulan aku dipercayai di sie acara, dan aku ditarik oleh kakak senior untuk menjadi koordinator humas acara Pemilihan Putri Muslimah Gresik.
FYI, aku ini tipe anak yang mudah homesick, seminggu sekali harus pulang ke rumah, dari semester 1 sampai sekarang aku masih sering nangis kalau ingat rumah hehe, Bagaimana nasibku jika aku jadi kuliah di Thailand? Mungkin bakal minta pulang terus setiap hari hehe.
Pesanku malam ini, “you will never know until you have tried” (kamu tidak akan pernah tahu sebelum kamu mencoba) kayak di buku tulis ya hehe, tapi memang benar, aku dulu gak pernah jauh-jauh dari orang tua, jadi pengennya kuliah di luar negeri. Sekarang sudah tau rasanya merantau, padahal jaraknya cuma satu jam dari rumah, tapi nangis kalau ingat rumah.
Aku dulu juga jarang sekali ikutan organisasi karena menganggap itu bukan hal penting. Sekarang aku mengerti, kuliah tidak hanya meninggikan Indeks Prestasi Kumulatif saja, tetapi juga perlu mengembangkan potensi diri, menjalin relasi dengan orang-orang sebanyak mungkin, mencari pengalaman sebanyak mungkin, juga menyibukkan diri dengan hal-hal positif.
Terimakasih sudah mau membaca tulisanku yang cukup banyak ini, semoga menginspirasi,

Wassalamu’alaikum

Comments

  1. Masih ada kesempatan kurang lebih 1.5 tahun lagi untuk melanjutkan mimpi ke negeri gajah putih kakak.. tetep semangat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Perjalanan Menggapai Ridho-Nya (2)

Senja di Langit Tainan

Pacaran, yes or no?