First Trip to Madura

Assalamu’alaikum,

Lama banget nggak nulis blog, sampek lupa kalo punya blog :v

Kali ini aku mau nulis agak nyantai karena aku baru aja mantai. Sebenernya aku nulis ini karena ada sahabat pena ku -sebut saja begitu karena aku sering chattingan sama dia tapi cuma ketemu  sekali dan udah lupa wajahnya- yang nyuruh bikin tulisan tentang liburanku di Madura.
Sekitar bulan Desember tahun lalu –kesannya lama banget, padahal baru bulan kemaren- aku nggak sengaja denger temen kosku yang mau ke Madura dan sekonyong-konyong aku dan teman kamarku menawarkan diri buat ikutan. Dengan izin Allah, dengan perencanaan yang tidak begitu matang, dan tak lupa atas restu orang tua, akhirnya kami bersembilan berangkat ke Madura pada hari Minggu, 4 Desember 2016.

Kami bersembilan mengendarai mobil merk P*nther milik teman kami, sebut saja om kumis, dan om kumis pula yang setia menyetir demi kebahagiaan kami. Kami bersembilan terdiri atas 7 wanita dan 2 pria yang kurang piknik dan kurang kasih sayang *abaikan. Kami berangkat dari Surabaya pukul 9 pagi lalu melewati Suramadu. Jujur nih, jangan ngetawain plis, aku baru pertama kali melewati Jembatan Suramadu. Dan pertama kali pula menginjakkan kaki di Pulau Madura. Rasanyaaaa seneeeng, sekaligus kaget dengan keadaan disana.

Destinasi kami yang pertama yaitu air terjun dan pantai Toroan yang terletak di kabupaten Sampang. Jadi disana itu ada air terjun, airnya tawar dan air tersebut langsung menuju pantai. Keren kan? Tapi, kami kesana pas musim hujan jadi airnya keruh dan debit airnya sangat deras. Ada larangan tidak boleh berenang disana karena banyak yang meninggal akibat tenggelam. Jarak antara parkiran ke tempat tujuan sangat dekat, Tidak perlu mendaki gunung lewati lembah untuk sampai ke tempat wisata ini. Hanya merogoh kocek Rp 10.000 untuk parkir mobilnya dan free untuk pengunjung yang ingin menikmati air terjun dan pantai Toroan. Recommended banget deh buat yang pengen wisata murah, Saranku sih kesana pas musim kemarau aja karena airnya lebih jernih.

Ini di air terjun Toroan-Sampang

Destinasi kami selanjutnya ke rumah mbak Yuni –salah satu seniorku jurusan Psikologi yang kalem banget sampe nggak nyangka kalo dia orang Madura- di Sampang. Perjalanan dari pantai ke rumah seniorku ini gak sampek 15 menit. Kami langsung disambut oleh nenek dan saudara-saudaranya. Orang disana ramah-ramah, meskipun kagak ngerti bahasanya tapi dari raut mukanya menunjukkan bahwa mereka sangat welcome dengan orang yang baru dikenal. Kami shalat dan makan disana. Kami disuguhi makanan ringan dan sate ayam yang dagingnya besar besar, rasanya uenaaak jadi pengen makan lagi wkwk.

Lalu kami melanjutkan perjalanan ke pantai Lombang di Kabupaten Sumenep, Orang Madura menyebutnya pantai Lombeng. Kami berangkat dari rumah mbak Yuni sekitar pukul 1 siang dan nyampek disana sekitar pukul 5 sore. Kebayang kan jauhnya kayak apa. Pantat udah panas ini -_-. Tapi perjuangan kami sebanding dengan keindahan pantai yang ada disana. Pasirnya putih dan masih jarang orang yang berkunjung disana jadi pantainya masih bersih.

Ini di Pantai Lombang-Sumenep
Karena hari mulai gelap, kami memutuskan untuk balik ke Surabaya. Tapi kami mampir dulu ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat. pas mau masuk masjid aku diajak ngobrol bapak-bapak yang ada di masjid, pakai bahasa Madura. Karena aku gak tau bahasanya aku cuma bisa bengong. Untung ada mbak yuni, dia tak tarik dan menjadi translator, ternyata bapaknya tadi bilang kalo tempat wudhu nya di sebelah kanan, masuk terus. Berasa di antah berantah karena  gak tau bahasanya :v
Oh iya di belakang masjid tersebut kayak ada semacam panti asuhan, tapi kecil banget, dan anak-anak yang disana juga masih usia sekolah. Anak-anak yang cewek jualan tahu krispi. Kami yang kelaparan pun memborong tahu krispinya. Miris lihatnya, kita kudu banyak-banyakin bersyukur deh, masih untung kita yang punya orang tua lengkap, yang ngefasilitasi apapun, yang ngebiayain kuliah. Jangan sia-siain itu ya gaes.

Tujuan terakhir kita di rumah makan apung Asela di Sampang. Jaraknya lumayan lah, kami nyampe disana jam setengah 10 malam. Jam buka rumah makan ini pukul 08.00-22.00 WIB. Aku memesan ayam kampung bakar dan es teh. Rasanya beeeeh ueenaak, ada sambal pencitnya juga. Harganya cukup murah, total makan dan minum cuma Rp 21.000 aja. Tempatnya juga bagus, rumah makan ini didesain mengapung di air, ada lampion-lampionnya juga. Sayangnya, kami kesini pas malam hari, padahal kalo sore bisa menikmati sunset. Aku tidur sepanjang perjalanan pulang, tau-tau nyampe depan kos pukul 01.00 dini hari.

Ini di Asela-Sampang

Begitulah cerita perjalanan pertamaku ke Madura. FYI hati hati gaes kalo mau wisata di Madura, jalanannya sepiii, kanan kiri pepohonan, jarang ada rumah warga. Saranku sih kesananya rame-rame dan setidaknya bawa satu orang yang asli madura biar bisa jadi tour guide dan translator. Aku excited banget di Madura. Kalo mau ngajakin aku main lagi ke Madura boleh banget lah :D
Sampai jumpa di tulisanku selanjutnya~

Wassalamu’alaikum,

Comments

  1. Luar biasa..liburan yang mengesankan..madura itu dimana ya kak? lain kali ajakin liburan ke madura dong kak..wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Madura itu tempat kuliahnya sahabat pena saya kak wkwk
      iya kalo saya kesana tak kabari kak :v

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kisah Perjalanan Menggapai Ridho-Nya (2)

Senja di Langit Tainan

Pacaran, yes or no?